.:... MENU ...:.

Halaman Depan

.:... Tentang Puisi ...:.

Definisi dan Fungsi Puisi

Jenis-jenis Puisi

Teknik Pembuatan Puisi

Teknik Pembacaan Puisi

Biografi Penyair Indonesia

Biografi Penyair Luar Negeri

Puisi Penyair Indonesia

Puisi Penyair Luar Negeri

Ruang Kreasi

.:... Lainnya ...:.

Kata-kata Mutiara

Tentang Dunia Puisi

Tentang Admin

--------------------------------------------

Klik di sini untuk melihat daftar dan mengunjungi website teman-teman saya di SMAN 1 Bogor

--------------------------------------------

.:... Ketentuan ...:.

Dipersilakan untuk mengunduh sebagian atau seluruh isi dari web ini, namun jangan lupa untuk mencantumkan sumber atau me-link back.

 

 

Indonesian Muslim Blogger

 

 

 

Dunia Puisi >> Puisi Penyair Indonesia >> Puisi-puisi Mansur Samin

 

PUISI-PUISI MANSUR SAMIN

 

Sketsa Jakarta | Tentang Hari Tua

----------------------------------------------------

SKETSA JAKARTA

Orang ceritai aku tentang Jakarta
gedung-gedung, monumen dan tugu bertahta megah
di hatiku: alangkah kaya tanahair Indonesia

Ini Jakarta tempatku beranak dan berumah
berisi mimpi, rahasia dan guha segala dusta
bagaimana aku di sini harus cari napkah?

Di mana saja aku diajak masuk lembaga
dipanggil rapat, debat dan hitung biaya
lalu saling bagi rizki nolnya entah berapa

Inilah Jakarta gelanggang tiap pribadi manusia
membidik kursi, pangkat, harta dan bekal haritua
di hatiku: bagaimana aku harus bisa mencipta?


1966

Sumber:
Jakarta dalam Puisi Indonesia, Ed. Ayip Rosidi, Dewan Kesenian Jakarta, cetakan pertama, 1972.

puisi Mansur Samin lainnya...

----------------------------------------------------

TENTANG HARI TUA

...........Buat Kirdjomuljo

Mati yang tak pernah pasrah dari puisi
Terlempar kata mengatap pada jaga
Alir yang tak pernah pisah dari hati
Mengantar raba tebar dera peristiwa

Atau kita bukan apa-apa dalam bercinta
Sayap rahasia agak ringan lewat bicara
Di tebaran angin dan ratapan ini
Nyanyian mimpi penat mendaki

Lalu aku mati entah di mana
Satu-satunya pesan, tanya orang Negara
Darah jiwa telah genap cerita
Bagi dunia kita cuma lajang kembara

Dari selubung biru kita beranjak pisah
Ketetapan haritua rendah terpasa duka
Bergelinding alir puisi dan tanah air
Kuisi kaca ini meletakkan tapal setia akhir

Mati yang tak pernah pasrah dari puisi
Terlempar kata mengatap pada jaga.


Solo, Maret 1958

Sumber:
Horison Sastra Indonesia 1 Kitab Puisi, Taufiq Ismail dkk (ed.), Jakarta 2002.

puisi Mansur Samin lainnya...

 

.:... Mau Mencari? ...:.

 

.:... Pengunjung Ke ...:.

 

Counters
Whole Health Vitamins

 

 

.:... Pukul Berapa? ...:.

.:... Tinggalkan Pesan ...:.

 


Free chat widget @ ShoutMix

Free SubDomain Names

 

 

.:. ...dunia puisi... © .bulanbiru. 2008 ... tampilan terbaik menggunakan : Mozilla Firefox ... kontak admin : 2712bulanbiru@gmail.com ... .:.