.:... MENU ...:.

Halaman Depan

.:... Tentang Puisi ...:.

Definisi dan Fungsi Puisi

Jenis-jenis Puisi

Teknik Pembuatan Puisi

Teknik Pembacaan Puisi

Biografi Penyair Indonesia

Biografi Penyair Luar Negeri

Puisi Penyair Indonesia

Puisi Penyair Luar Negeri

Ruang Kreasi

.:... Lainnya ...:.

Kata-kata Mutiara

Tentang Dunia Puisi

Tentang Admin

--------------------------------------------

Klik di sini untuk melihat daftar dan mengunjungi website teman-teman saya di SMAN 1 Bogor

--------------------------------------------

.:... Ketentuan ...:.

Dipersilakan untuk mengunduh sebagian atau seluruh isi dari web ini, namun jangan lupa untuk mencantumkan sumber atau me-link back.

 

 

Indonesian Muslim Blogger

 

 

 

Dunia Puisi >> Puisi Penyair Indonesia >> Puisi-puisi Klara Akustika

 

PUISI-PUISI KLARA AKUSTIKA

 

Petik Gitar | Rukmanda | Pejoang | Nyi Marsih | Merdeka Kami | Kasih dan Penjara | Kata Biasa | Antara Bumi dan Langit |

----------------------------------------------------

PETIK GITAR

......Untuk kawan dan lawan

Malam ini kawanku memetik gitar
selama ini berdebu di sudut kamar
mengalun lagu kenangan lama.

Melodi makin segar menaik
trem penghabisan menderu lalu
kawanku menyanyi nyanyian hati
cerita remaja mencumbu gadis
cerita lama jutaan buku.

Melodi makin segar menaik
dan malam makin menyepi
suka duka bergetar dalam suara
remaja menempuh badai lautan
hilang gaids, hilang impian.

Getar berdenyar diremas jari
remaja telanjang di padang luas
sekitar menantang nuntut pilihan
mau ke mana, mau ke mana
ini batas, ini anggur dan wanita.

Aku tatap muka kawanku
di jalanan tukang sate yang mengeluh
dagangan mesti habis malam ini
dan dia tidak mau menyerah
bintang harapan di dalam hati.

Gitar halus memperbaja melodi
kawanku mesra merangkai bungapi
dari hati remaja kembali.


1955

Sumber:
Rangsang Detik, kumpulan sajak periode 1949-1957, Yayasan Pembaruan, Jakarta, 1957

puisi Klara Akustika lainnya...

----------------------------------------------------

RUKMANDA

Sebutkan segala penjara
dan itu adalah aku

Sebutkan segala badai
kepahitan pembuangan
kerinduan pada kecapi
kesunyian malam sepi
kenangan pada Priangan
dan kelayuan dari menanti

Aku yang telah menghilang
rangkaian detik
berpuluh tahun
aku serahkan segala
pada peta perlawanan
selama ini jiwa remaja
setiap detak nafas nyawaku
dan kata ini juga diminta
aku nyanyikan "bangunlah kaum terhina"


Aku kini tiada lagi
bersatu dengan bumi tanah air tercinta
tapi lagu aku tamatkan
bersama bintang seminar kelam
dengan debar jantung terakhir
yang melihat fajar bersinar
kelahiran tunas penyambung keremajaanku

Sebutkan segala penjara
dan itu adalah aku
tapi sebutkan juga kesetiaan
kegairahan dan kepahlawanan
itulah aku!


1954

Sumber:
Rangsang Detik, kumpulan sajak periode 1949-1957, Yayasan Pembaruan, Jakarta, 1967

puisi Klara Akustika lainnya...

----------------------------------------------------

PEJOANG

Kau tegak
bikin malu beringin seribu akar

Sekali kau sadar di udara segar
dunia tidak buruk semua
mengapa mesti memilih
apalagi ragu bimbang
soal damai atau perang

sekali, pejoang, kau cinta
di senyum gadis di kuncup bunga
juga indah bela rakyat
bela manusia dan dunia
dalam kata dan isi cinta.

sekali, pejoang, kau cinta
manusia dan dunia dalam derita

Engkau gemetar dirangsang daya
sini kami mulai, Pertiwi
anakmu menuntut bebas sejati.

Dan kau tegak
bikin malu penipu terbuka kedok.


1952

Sumber:
Rangsang Detik, kumpulan sajak periode 1949-2007, Yayasan Pembaruan, Jakarta, 1957

puisi Klara Akustika lainnya...

----------------------------------------------------

NYI MARSIH

..........Kepada Penari Senen

saban malam nyi Marsih mesti menari
hati sepi jiwa hampa

nyi Marsih datang dari desa
rumah tinggal abu
suami entah di mana
nyi Marsih pergi ke kota
saban malam menari, menari.

nyi Marsih tidak tahu revolusi
tetapi cinta merdeka
merdeka baginya tanah
nyi masih sedih
rumah dan suami musnah.

nyi Marsih tidak tahu krisis moral
dia senyum dan menari
dicium dan memberi
nyi Marsih tidak merdeka
dan perut keroncongan.

saban malam nyi Marsih menari
hati menanti kapan merdeka.


1952

Sumber:
Rangsang Detik, kumpulan sajak periode 1949-1957, Yayasan Pembaruan, Jakarta, 1957

puisi Klara Akustika lainnya...

----------------------------------------------------

MERDEKA KAMI

Kami datang sejak tahun ampatlima
kami datang cari Merdeka.

Bapa-bapa beri kami komando
kami prajurit patuh setia
kami tuju mereka yang kami cari
mengapa dibawa ke Merdeka-bapa

Bapa-bapa beri komando
kawan-kawan kami banyak mati
tidak tahu kami belum Merdeka
dan beberapa kami masuk penjara

Bapa-bapa beri komando
kami prajurit patuh setia
tetapi mengapa kini
kami dengan kami yang mesti berkelahi

Kami datang sejak tahun ampatlima
mencari Merdeka, Merdeka kami.

Bapa-bapa lihat kami kuat
kami telah usir musuh Merdeka
bapa-bapa dengar, kami banyak
mati seribu timbul sejuta.

Kami satu dan tidak mau
disuruh mati untuk Merdeka-ini
api-noraka kami lalui
apalagi kami takuti.

Minggir, bapa-bapa, minggir
kami tamatkan tugas ampatlima
siapa larang musuh kami
kami bikin Merdeka untuk semua.


1952

Sumber:
Rangsang Detik, Kumpulan sajak periode 1949-1957, Yayasan Pembaruan, Jakarta, 1957

puisi Klara Akustika lainnya...

----------------------------------------------------

KASIH DAN PENJARA

Kasih dan hormat kami
waktu ini mengarah pantai hatimu
kalian di balik terali besi.

Tatapkan pandang ke langit bintang
dan bariskan Diponegoro bersama
laguan sejarah di malam sepi
dan akan cair ruang waktu
engkau kami di hati rakyat senyawa.

Atau dengarkan gema langkah kami
menembus besi beton kuasa
bawa pesan terima kasih
serta setia dan harapan
yang cemerlang di sinar fajar

Dan kami semua ikut rasakan
gemas menderita di sel terbatas
ini godam batu ujian
bikin indah kekasih kita bersama
dunia kita sonder penjara

Kasih dan hormat kami
biarkan bebas mencapai pantai hati
tahanan kini, pembebas esok.


1952

Sumber:
Rangsang Detik, kumpulan sajak periode 1949-1957, Yayasan Pembaruan, Jakarta, 1957

puisi Klara Akustika lainnya...

----------------------------------------------------

KATA BIASA

.........Kepada R. Kertapati

Kata orang kita satu bahasa
tetapi ternyata dusta belaka
katamu bagiku sering halimun lebat

Telah lama aku menanti
bila adik pensiun menjadi duri
berhenti berteka-teki
bersmaa kita mengasah
kata sakti kata sederhana

Turunlah adik, di kayangan tiada
manusia sengsara minta dibela
kasihku mengajak bersatu
di dalam cinta kepada
jutaan budak tersisa

Kata orang, kita satu bahasa
mari adik, nikmat ini bukan monopoli
kita resapkan kepada mereka yang belum merasa


1950

Sumber:
Rangsang Detik, kumpulan sajak periode 1949-1957, Yayasan Pembaruan, Jakarta, 1957

puisi Klara Akustika lainnya...

----------------------------------------------------

ANTARA BUMI DAN LANGIT

......untuk HB Jassin

Kita adalah dua manusia
dari dua pandangan hidup
dipanaskan matahari satu zaman.

Engkau dan aku mencoba
menjalin permainan hitam-putih
kita cari lapang luas
di mana kata merdeka
berhenti menjadi semboyan hampa

Kita sama-sama cinta merdeka
tetapi isi kata kita cari masing-masing
dan detik akan temui warna
yang tak luntur diuji waktu
gila kita terus-menerus jadi pencuri?

Engkau mabuk gairah langkah mencari
niadakan segala nilai hasil kerja
aku minta kau ambil posisi
ini senjata tidak serampangan
dia keringat dan otak sejarah manusia.

Engkau dan aku cinta merdeka
tapi lapang luas punya batas
kalau kau berlagak dewa
ku proklamir manusia darah-daging
zaman ini pelaksana kata merdeka.

Kita berdua sama-sama tidak bebas
kau terikat pada dirimu
aku pada manusia zaman kini


1950

Sumber:
1. Rangsang Detik, kumpulan sajak periode 1949-1957, Yayasan Pembaruan, Jakarta, 1957
2. Zaman Baru, 2 (no. 58), 15 November 1951

puisi Klara Akustika lainnya...

.:... Mau Mencari? ...:.

 

.:... Pengunjung Ke ...:.

Counters
Whole Health Vitamins

 

 

.:... Pukul Berapa? ...:.

.:... Tinggalkan Pesan ...:.

 


Free chat widget @ ShoutMix

Free SubDomain Names

 

 

.:. ...dunia puisi... © .bulanbiru. 2008 ... tampilan terbaik menggunakan : Mozilla Firefox ... kontak admin : 2712bulanbiru@gmail.com ... .:.