![]() |
||||||||||
-------------------------------------------- Klik di sini untuk melihat daftar dan mengunjungi website teman-teman saya di SMAN 1 Bogor --------------------------------------------
Dipersilakan untuk mengunduh sebagian atau seluruh isi dari web ini, namun jangan lupa untuk mencantumkan sumber atau me-link back.
|
Dunia Puisi >> Puisi Penyair Indonesia >> Puisi-puisi Chairil Anwar
PUISI-PUISI CHAIRIL ANWAR
Prajurit Jaga Malam | Malam | Krawang-Bekasi | Diponegoro | Persetujuan Dengan Bung Karno | Aku | Penerimaan | Hampa | Do'a | Sajak Putih | Senja di Pelabuhan Kecil | Cintaku Jauh di Pulau | Malam di Pegunungan | Yang Terampas dan Yang Putus | Derai Derai Cemara ---------------------------------------------------- PRAJURIT JAGA MALAM Waktu
jalan. Aku tidak tahu apa nasib waktu ?
(1948) puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- MALAM Mulai
kelam
Zaman
Baru, puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- KRAWANG-BEKASI Kami
yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi Kami
bicara padamu dalam hening di malam sepi Kami
sudah coba apa yang kami bisa Kami
cuma tulang-tulang berserakan Atau
jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan Kami
bicara padamu dalam hening di malam sepi Kenang,
kenanglah kami Kami
sekarang mayat Kenang,
kenanglah kami
(1948)
Brawidjaja, puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- DIPONEGORO Di
masa pembangunan ini Di
depan sekali tuan menanti MAJU Ini
barisan tak bergenderang-berpalu Sekali
berarti MAJU Bagimu
Negeri Punah
di atas menghamba Maju
(Februari
1943) puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- PERSETUJUAN DENGAN BUNG KARNO Ayo
! Bung Karno kasi tangan mari kita bikin janji Bung
Karno ! Kau dan aku satu zat satu urat
(1948)
Liberty, puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- AKU Kalau
sampai waktuku Tak perlu sedu sedan itu Aku
ini binatang jalang Biar
peluru menembus kulitku Luka
dan bisa kubawa berlari Dan aku akan lebih tidak perduli Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943 puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- PENERIMAAN Kalau
kau mau kuterima kau kembali Aku masih tetap sendiri Kutahu
kau bukan yang dulu lagi Jangan tunduk! Tentang aku dengan berani Kalau
kau mau kuterima kembali Sedang dengan cermin aku enggan berbagi.
Maret 1943 puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- HAMPA kepada sri Sepi
di luar. Sepi menekan mendesak. puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- DOA kepada pemeluk teguh Tuhanku Biar
susah sungguh cayaMu
panas suci Tuhanku aku
hilang bentuk Tuhanku aku mengembara di negeri asing Tuhanku
13 November 1943 puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- SAJAK PUTIH Bersandar
pada tari warna pelangi Sepi
menyanyi, malam dalam mendoa tiba Hidup
dari hidupku, pintu terbuka puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- SENJA
DI PELABUHAN KECIL Ini
kali tidak ada yang mencari cinta Gerimis
mempercepat kelam. Ada juga kelepak elang Tiada
lagi. Aku sendiri. Berjalan
1946 puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- CINTAKU JAUH DI PULAU Cintaku
jauh di pulau, Perahu
melancar, bulan memancar, Di
air yang tenang, di angin mendayu, Amboi!
Jalan sudah bertahun ku tempuh! Manisku
jauh di pulau,
1946 puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- MALAM DI PEGUNUNGAN Aku
berpikir: Bulan inikah yang membikin dingin,
1947 puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- YANG TERAMPAS DAN YANG PUTUS kelam
dan angin lalu mempesiang diriku, di Karet, di Karet (daerahku y.a.d) sampai juga deru dingin aku
berbenah dalam kamar, dalam diriku jika kau datang tubuhku diam dan sendiri, cerita dan peristiwa berlalu beku
1949 puisi Chairil Anwar lainnya... ---------------------------------------------------- DERAI-DERAI CEMARA cemara
menderai sampai jauh aku
sekarang orangnya bisa tahan hidup
hanya menunda kekalahan
1949 puisi Chairil Anwar lainnya...
|
Free chat widget @ ShoutMix
|
||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
|
|
||||||||||